SISTIM EKONOMI
Pengertian Sistim ekonomi:
menurut McEachren, sistem ekonomi dapat diartikan sebagai
seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana,
dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi.
Gregory Grossman and M. Manu mengatakan bahwa
:“Sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang
terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga
ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga
sampai tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi.”
Macam-macam sistim ekonomi
Sistem Ekonomi Tradisional :
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh
masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan
tenaga kerja.
Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
Hanya sedikit menggunakan modal
Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
Belum mengenal pembagian kerja
Masih terikat tradisi
Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional :
Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar
individu sangat erat
Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang
harus dipikul
Tidak individualistis
Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional :
Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga
produktivitas rendah
Mutu barang hasil produksi masih rendah
Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan
ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya
kepada mekanisme pasar.
Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya “An
Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.”
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
Persaingan dilakukan secara bebas
Peranan modal sangat vital
Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :
Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
Munculnya persaingan untuk maju
Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan
atas motif
mencari laba
Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :
Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
Sering terjadi gejolak dalam perekonomian
Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat
dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini
pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara
atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang
tersebut diproduksi.
Ciri dari sistem ekonomi Komando adalah :
Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
Hak milik perorangan tidak diakui
Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam
kegiatan perekonomian
Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah
Kelebihan Sistem Ekonomi Komando :
Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah
ekonomi lainnya
Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
Jarang terjadi krisis ekonomi
Kekurangan Sistem Ekonomi Komando :
Mematikan inisiatif individu untuk maju
Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat,
dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah
ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan
kebijakan fiskal,
moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi
campuran akan
mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan
komando dan ditujukan
untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kebaikan sistem ekonomi campuran
Kebebasan berusaha
Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran
Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
SISTIM
EKONOMI PANCASILA
System ekonomi pancasila merupakan system ekonomi yang digali
dan dibangun dari nilai-nilai yang dianut dalam masyarakat Indonesia. Beberapa
prinsip dasar yang ada dalam sisitem ekonomi pancasila tersebut antara lain
berkaitan dengan prinsip kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi
yang diwujudkan dalam ekonomi kerakyatan, dan keadilan.
sistem ekonomi pancasila
juga dibangun atas dasar nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia yang
bias berasal dari nilai-nilai agama, kebudayaan, adat-istiadat, atau
norma-norma yang membentuk perilaku ekonomi masyarakat Indonesia.
Sistem ekonomi
pancasila ada 4 yaitu :
Yang menguasai hajat hidup
orang banyak adalah negara / pemerintah.
Peran negara adalahpenting
namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swastayang posisinya
penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi system
ekonomi liberal maupun komando.
Masyarakat adalah bagian
yang penting dimana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta
dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
Modal ataupun buruh tidak
mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesame
manusia.
Prinsip Dasar dalam
Sistem Ekonomi Pancasila
• Landasan
Filosofis : PANCASILA
• Landasan
Konstitusional : UUD – 1945
Prinsip-prinsip
Demokrasi Ekonomi:
(a) Pasal 23 :
menegaskan hak-hak DPR untuk :
- Menyetujui/
menolak RAPBN dengan UU
- Menetapkan pajak
dengan UU
- Menetapkan macam
dan nilai Mata uang dengan UU
- Memeriksa
pertanggung jawaban keuangan negara (laporan BPK) dengan UU.
(b) Pasal 27 :
Menegaskan bahwa tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang
layak
(c) Pasal 34 :
Faktir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara
(d) Pasal 33 :
Antara lain menegaskan, bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama
berdasarkan azas kekeluargaan
Landasan
Operasional Sistem Ekonomi Pancasila: GBHN
a. Demokrasi
pancasila dan demokrasi ekonomi
b. Konsep “Tingal
Landas” : dari ajaran WW. Rostow (the Stages of Economic Growth) :
- Tahap
“traditional society” (tradisonal statis
- Tahap “precondition
for take-off” (Masa transisi)
- Tahap “take-off”
(lepas landas: disyaratkan antara lain tingkat investasi lebih 10% PN)
- Tahap “the drive
to maturity” (Economi sudah matang/ dewasa)
- Tahap “The age of
high mass consumption” (konsumsi massa yang melimpah) .
c. Trilogi
Pembangunan
- Tingkat
pertumbuhan ekonomi yang tinggi
- Pemerataan
pembangunan dan hasil pembangunan
- Stabilitas
nasional yang mantap
d. Pembangunan
Jangka panjang dan Pembangunan Lima Tahun
e. Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
- Anggaran
berimbang = defisit anggaran ditutup dengan nilai lawan
- Struktur APBN
diformulasikan (sektor domestic dan foreign)